preload preload preload

Syafaat dan Taqarrub Kaum Musyrikin

November 10th, 2011

Syafaat dan Taqarrub Kaum Musyrikin

Asy-Syaikh Muhammad bin Abdil Wahhab rahimahullah berkata:

اَلْقَاعِدَةُ الثَّانِيَةُ: أَنَّهُمْ يَقُوْلُوْنَ: مَا دَعَوْنَاهُمْ وَتَوَجَّهْنَا إِلَيْهِمْ إِلاَّ لِطَلَبِ الْقُرْبَةِ وَالشَّفَاعَةِ.
فَدَلِيْلُ الْقُرْبَةِ قَوْلُهُ تَعَالَى ﴿وَالَّذِينَ اتَّخَذُوا مِنْ دُونِهِ أَوْلِيَاءَ مَا نَعْبُدُهُمْ إِلَّا لِيُقَرِّبُونَا إِلَى اللَّهِ زُلْفَى إِنَّ اللَّهَ يَحْكُمُ بَيْنَهُمْ فِي مَا هُمْ فِيهِ يَخْتَلِفُونَ إِنَّ اللَّهَ لَا يَهْدِي مَنْ هُوَ كَاذِبٌ كَفَّارٌ﴾[الزمر:3]. وَدَلِيْلُ الشَّفَاعَةِ قوله تعالى: ﴿وَيَعْبُدُونَ مِنْ دُونِ اللَّهِ مَا لَا يَضُرُّهُمْ وَلَا يَنْفَعُهُمْ وَيَقُولُونَ هَؤُلَاءِ شُفَعَاؤُنَا عِنْدَ اللَّهِ﴾[يونس:18].
وَالشَّفَاعَةُ شَفَاعَتَانِ: شَفَاعَةٌ مَنْفِيَّةٌ وَشفاعة مُثْبَتَةٌ.
فَالشفاعة الْمنفيّة مَا كَانَتْ تُطْلَبُ مِنْ غَيْرِ اللهِ فِيْمَا لاَ يَقْدِرُ عَلَيْهِ إِلاّ اللهُ. وَالدَّلِيْلُ قوله تعالى ﴿يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا أَنفِقُوا مِمَّا رَزَقْنَاكُمْ مِنْ قَبْلِ أَنْ يَأْتِيَ يَوْمٌ لَا بَيْعٌ فِيهِ وَلَا خُلَّةٌ وَلَا شَفَاعَةٌ وَالْكَافِرُونَ هُمْ الظَّالِمُونَ﴾[البقرة:254].
وَالشفاعة الْمُثبَتة هِيَ: اَلَّتِي تُطْلَبُ مِنَ اللهِ. وَالشّاَفِعُ مُكْرَمٌ بِالشفاعة، وَالْمَشْفُوْعُ لَهُ: مَنْ رَضِيَ اللهُ قَوْلَهُ وَعَمَلَهُ بَعْدَ الْإِذْنِ كَمَا قال تعالى: ﴿مَنْ ذَا الَّذِي يَشْفَعُ عِنْدَهُ إِلَّا بِإِذْنِهِ﴾[البقرة:255]

[Terjemah]
Kaidah Kedua: Mereka (kaum musyrikin) berkata: Kami tidak berdoa dan menghadap (baca: berharap) kepada mereka (orang-orang saleh) kecuali karena kami ingin meminta syafaat dan mengharapkan kedekatan dengan mereka.
Dalil (bahwa tujuan mereka untuk) mengharapkan kedekatan adalah firman Allah Ta’ala, “Dan orang-orang yang mengambil pelindung selain Allah (berkata): “Kami tidak menyembah mereka melainkan supaya mereka mendekatkan kami kepada Allah dengan sedekat- dekatnya”. Sesungguhnya Allah akan memutuskan di antara mereka tentang apa yang mereka berselisih padanya. Sesungguhnya Allah tidak menunjuki orang-orang yang pendusta dan sangat ingkar.” (QS. Az-Zumar: 3) Dan dalil (bahwa mereka mengharapkan) syafaat adalah firman Allah Ta’ala, “Dan mereka menyembah selain daripada Allah apa yang tidak dapat mendatangkan kemudharatan kepada mereka dan tidak (pula) kemanfaatan, dan mereka berkata: “Mereka itu adalah pemberi syafa’at kepada kami di sisi Allah.” (QS. Yunus: 18)
Syafaat itu ada dua bentuk: Syafaat yang dinafikan (keberadaannya) dan syafaat yang ditetapkan (keberadaannya).
Syafaat yang dinafikan adalah syafaat yang diminta dari selain Allah, pada perkara yang tidak ada yang sanggup melakukannya selain Allah. Dalilnya adalah firman Allah Ta’ala, “Hai orang-orang yang beriman, belanjakanlah (di jalan Allah) sebagian dari rezki yang telah Kami berikan kepadamu sebelum datang hari yang pada hari itu tidak ada lagi jual beli dan tidak ada lagi syafa’at. Dan orang-orang kafir itulah orang-orang yang zalim.” (QS. Al-Baqarah: 254)
Syafaat yang ditetapkan adalah syafaat yang diminta dari Allah. Dimana hamba yang memberikan syafaat itu dimuliakan oleh Allah dengan (kemampuan memberikan) syafaat. Sementara hamba yang diberikan syafaat adalah hamba yang Allah ridhai ucapan dan amalannya, itupun setelah ada izin (Allah). Sebagaimana pada firman Allah Ta’ala, “Tidak ada yang dapat memberi syafaat di sisi Allah tanpa izin-Nya.” (QS. Al-Baqarah: 255)

[Syarh]
Ini adalah kaidah kedua yang menjelaskan keadaan peribadatan dari kaum musyrikin. Yaitu mereka beribadah kepada sembahan-sembahan lain selain Allah Jalla wa Ala, apa yang mereka inginkan dengan ibadah ini? Apakah mereka mengatakan bahwa semua sembahan ini adalah sembahan yang berdiri sendiri? Ataukah semua sembahan ini hanya sekedar sebagai perantara (antara mereka dengan Allah)?

Kaidah ini menjelaskan bahwa mereka tidaklah beribadah kepada sembahan selain Allah Jalla wa Ala kecuali sembahan itu hanya sekedar sebagai perantara atau sekedar ingin mendapatkan kedekatan dengan Allah atau sekedar ingin mendapatkan syafaat dari mereka (sembahan selain Allah). Mereka menyatakan bahwa semua sembahan mereka yang batil ini bisa mendekatkan mereka kepada Allah atau semua sembahan ini bisa mengantar permintaan mereka kepada Allah atau semua sembahan ini bisa memberikan syafaat kepada mereka di sisi Allah Jalla wa Ala. Jadi, kaum musyrikin Arab tidaklah meminta dari sembahan-sembahan ini dalam konteks mereka adalah adalah sembahan yang berdiri sendiri, akan tetapi mereka meminta kepada semua sembahan hanya dari sisi mereka adalah perantara. Dan perantara di sini (berfungsi): Yang pertama untuk mendapatkan kedekatan (dengan Allah) dan yang kedua untuk mendapatkan syafaat. Silakan berlangganan Ezine Islami Al-Atsariyyah untuk membaca kelanjutannya.

Tafadhdhal masukkan pertanyaan seputar artikel "Syafaat dan Taqarrub Kaum Musyrikin"

international currency exchange online drugs Canadian pharmacies