Hadits Dha’if dan Hasan Li Ghairihi
Hadits Dha’if dan Hasan Li Ghairih
Imam Al-Baiquni rahimahullah berkata:
وَكُـلُّ مَـا عَـنْ رُتْبَةِ الحـُسْنِ قَصـرْ فَهْـوَ الضَّعِيفُ وَهْـوَ أَقْسَـاماً كَثُـرْ
[Terjemah]
Setiap hadits yang kurang (baca: lebih rendah) dari tingkatan hadits hasan, maka itu adalah hadits dha’if, dan hadits dha’if ini mempunyai banyak pembagian.
[Syarh]
Setelah penulis rahimahullah menyebutkan definisi hadits shahih li dzatihi dan hasan li dzatihi, beliau mulai masuk menyebutkan definisi hadits dha’if dan beliau juga mengisyaratkan bahwa hadits dha’if ini mempunyai banyak pembagian. Hanya saja beliau tidak menyebutkan satupun dari bagian tersebut dalam bait syair ini, akan tetapi beliau akan menyebutkan banyak di antara pada bait-bait yang akan datang.
Definisi Hadits Dha’if Secara Umum.
Dalam bait ini, penulis rahimahullah menyebutkan definisi hadits hadits dha’if, yaitu: Hadits yang derajatnya di bawah derajat hadits hasan li dzatihi. Jadi seakan-akan beliau menyatakan bahwa semua hadits yang derajatnya di bawah hadits hasan li dzatihi, maka itu adalah hadits dha’if, walaupun sebab dha’ifnya berbeda-beda antara satu dengan yang lainnya.
Definisi yang disebutkan oleh penulis ini juga merupakan definisi yang dipilih oleh Ibnu Daqiq Al-Id dalam Al-Iqtirah hal. 201, Al-Hafizh Al-Iraqi dalam Alfiyahnya, dan As-Suyuthi rahimahumullah dalam Syarh Alfiyah (3/1283).
Kemudian, pada edisi yang telah lalu kita sudah mengetahui bahwa syarat-syarat hadits hasan li dzatihi adalah:
1. Sanad bersambung.
2. Para perawi mempunyai ‘adalah.
3. Salah seorang perawi atau lebih, kekuatan hafalannya ringan (baca: kurang dari kekuatan hafalan perawi shahih) atau khafif adh-dhabth.
4. Tidak syadz.
5. Tidak mempunyai illat (cacat tersembunyi) yang merusak keabsahannya.
Karenanya, jika sebuah hadits sanadnya tidak bersambung maka itu adalah hadits dha’if. Demikian halnya jika kekuatan hafalan perawinya lemah maka itu juga hadits dha’if. Atau hadits tersebut syadz atau mempunyai illat yang dimaksud di atas, maka hadits itu juga dha’if.
Tafadhdhal berlangganan untuk membaca kelanjutannya.
Tafadhdhal masukkan pertanyaan seputar artikel "Hadits Dha’if dan Hasan Li Ghairihi"